Kerajaan- Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia

Di posting oleh MAM PEKUNCEN pada 02:57 PM, 27-Mar-13

Di: Sejarah Kelas XI

1. Kerajaan Kutai
a. Kehidupan Politik
Kerajaan Kutai yang berlokasi di hulu Sungai
Mahakam, Kalimantan Timur adalah kerajaan bercorak Hindu pertama di Nusantara.
Sumber utama Kerajaan
Kutai ialah tujuh buah batu bertulis yang disebut yupa.
Yupa itu ditulis dengan
huruf Pallawa dan
berbahasa Sanskerta. Yupa
itu diperkirakan ditulis pada
tahun 400 M ( abad ke-5 M ). Dari yupa itu dapat
diketahui bahwa raja yang
memerintah ialah
Mulawarwan, anak
Aswawarman, dan
merupakan cucu Kudungga. Disebutkan pula dalam yupa itu bahwa Raja Mulawarman memberikan
hadiah 1.000 ekor lembu
kepada kaum brahmana.
Selain itu, disebutkan pula bahwa Aswawarman
adalah wangsakarta
(pendiri dinasti). Dar
berbagai keterangan
tersebut dapat dipastikan
bahwa Kerajaan Kutai telah mendapat pengaruh Hindu.
Namun, pengaruh Hindu
diduga setelah Kudungga
selesai memerintah. Hal itu
didasarkan pada nama
Kudungga sendiri adalah nama asli Indonesia. Oleh
karena itu Kudungga tidak
disebut wangsakarta. Raja
Mulawarman adalah raja
terbesar Kutai dan telah
memeluk agama Hindu.
B. Kehidupan Sosial-
Ekonomi
Dilihat dari letak Kerajaan
Kutai pada jalur
perdagangan dan pelayaran
antara Barat dan Timur maka aktivitas
perdagangan tampaknya
menjadi mata pencaharian
yang utama. Rakyat Kutai
sudah aktif terlibat dalam
perdagangan internasional dan tentu saja mereka
berdagang pula sampai ke
perairan Laut Jawa dan
Indonesia Timur untuk
mencari barang-barang
dagangan yang laku di pasaran Internasional.
Dengan demikian, Kutai
telah termasuk daerah
persinggahan perdagangan
internasional, yaitu Selat
Malaka–Laut Jawa–Selat Makasar–Kutai-–Cina, atau
sebaliknya.
C. Kehidupan Kebudayaan
Kehidupan kebudayaan
masyarakat Kutai erat
kaitannya dengan kepercayaan/agama yang
dianut. Yupa merupakan
salah satu hasil budaya
masyarakat Kutai, yaitu
tugu batu yang merupakan
warisan nenek moyang bangsa Indonesia dari
zaman Megalitikum, yakni
bentuk menhir. Salah satu
yupa itu menyebutkan
suatu tempat suci dengan
nama Waprakeswara (tempat pemujaan Dewa
Siwa). Dengan demikian
dapat disimpulkan bahwa
masyarakat Kutai adalah
pemeluk agama Siwa.

2. Kerajaan Tarumanegara a. Kehidupan Politik
Kerajaan Tarumanegara
diduga terletak di Bogor,
Jawa Barat yang
merupakan kerajaan Hindu
tertua kedua di Indonesia. Sumber-sumber sejarah
Kerajaan Tarumanegara
dapat dibagi menjadi dua,
seperti berikut.
1) Berita dari Cina Zaman
Dinasti Tang Berita dari Cina
menyebutkan adanya
Kerajaan To-lo-mo
(Tarumanegara )
mengirimkan utusan ke Cina
pada tahun 528, 538, 665, dan 666 M.
2) Prasasti-Prasasti di Jawa
Barat
Prasasti yang menceritakan
tentang Kerajaan
Tarumanegara, misalnya sebagai berikut:
a) Prasasti Ciaruteun (Bogor)
;
b) Prasasti Kebon Kopi
(Bogor);
c) Prasasti Jambu atau Prasasti Pasir Koleangkak
(Bogor);
d) Prasasti Pasir Awi atau
Pasir Muara (Bogor;
e) Prasasti Tugu (Cilincing,
Tanjuk Priok, Jakarta).; f ) Prasasti Lebak (Banten
Selatan).
Ketujuh prasasti tersebut
berbahasa Sanskerta dan
berhuruf Pallawa. Prasasti
Ciaruteun selain berisi empat baris kalimat, pada prasasti
ini juga dipahatkan lukisan
seperti lukisan lebah lebah
dan sepasang telapak kaki.
Empat baris kalimat itu
berbunyi "ini kedua telapak kaki, yang seperti kaki
Dewa Wisnu, ialah kaki
yang Mulia Purnawarwan,
raja di negeri Taruma raja
yang sangat gagah berani".
Isi Prasasti Kebon Kop, yakni adanya bekas tapak
kaki gajah yang disamakan
dengan tapak kaki gajah
Airawati (gajah
tunggangan Dewa Wisnu).
Adapun Prasasti Jambu berisi tentang kegagahan
Raja Purnawarman. Bunyi
prasasti itu, antara lain
"gagah, mengagumkan dan
jujur trehadap tugasnya
adalah pemim-pin manusia yang tiada taranya, yang
termashyur Sri Purawarman
yang memerintah di Taruma
dan yang baju zirahnya
tidak dapat ditembus oleh
musuh." Prasasti yang ditemukan
semuanya tidak berangka
tahun. Namun, dari huruf
yang dipakai dapat
diperkirakan bahwa
Kerajaan Tarumanegara berkuasa di Jawa Barat pada
sekitar abad ke-5 M dengan
Rajanya Purnawarman.
b. Kehidupan Sosial-
Ekonomi
Kehidupan perekonomian masyarakat Tarumanegara
adalah pertanian dan
peternakan. Hal ini dapat
diketahui dari isi Prasasti
Tugu yakni tentang
pembangunan atau penggalian Saluran Gomati
yang panjangnya 6112
tombak (12 km) dan selesai
dikerjakan dalam waktu 21
hari. Selesai penggalian, Raja
Purnawarman mengadakan selamatan dengan
memberikan hadiah 1.000
ekor sapi kepada para
brahmana. Pembangunan tu
mempunyai arti ekonomis
bagi rakyat karena dapat dipergunakan sebagai
sarana pengairan dan
pencegahan banjir. Dengan
demikian, rakyat akan
hidup makmur, aman dan
sejahtera. Di samping Saluran Gomati, dalam
Prasasti Tugu juga
disebutkan adanya
penggalian Saluran
Candrabhaga

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

1 tanggapan untuk "Kerajaan- Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia"

Joey Highwind pada 05:35 AM, 28-Mar-13

lanjutkan karyamu kawan,,tetep semangat..!!
jika sempat mampir ya ke markas sayacool

http://joey87.heck.in

Download Gratis Film Box Office Terbaru

Langgani komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar